Selasa, 04 Oktober 2011

Bahan Rujukan

BAHAN RUJUKAN

Modul 1

Kegiatan belajar 1

Banyak definisi yang dikemukakan oleh para ahli tentang bahan rujukan, namun bila diamati secara seksama ada kesamaan dalam pengertian yang mereka sampaikan.Menurut Encyclopedia of librarianship, bahan rujukan adalah sumber dengan cakupannya masing-masing, tidak hanya buku tetapi juga mencakup bahan non buku.Sri Marnodi menyatakan bahwa bahan rujukan adalah sumber-sumber dasar yang bisa dipakai untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan rujukan.

Menurut American Library Association, bahan rujukanadalahsebuah buku yang disusun dan diolah sedemikian rupa untuk digunakan sebagai sumber menemukan informasi tertentu dan tidak untuk dibaca secara keseluruhan, dan sebuah buku yang penggunaannya terbatas di gedung perpustakaan.

Dari beberapa definisi di atas tampak bahwa bahan rujukan adalah koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan atau yang berada di luar perpustakaan, yang terdiri dari berbagai bentuk dan dipergunakan untuk memperoleh informasi tertentu, dibaca bagian per bagian tidak dibaca keseluruhan, sehingga penggunaannya terbatas di dalam gedung perpustakaan atau tidak dipinjamkan.

Bahan rujukan kadangkala disebut dengan bahan pustaka sekunder atau buku referensi.Di perpustakaan bahan seperti ini biasanya ditempat di ruang terpisah atau menyendiri, punggung buku diberi tanda R atau Ref, kepanjangan dari Referensi. Dilihat dari kandungan informasi didalamny, bahan rukukan dibagi menjadi tiga:

1. Primeradalah bahan pustaka yang memuat informasi langsung dari tangan pertama penulisnya,misalnya artikel majalah/ jurnal, laporan penelitian, makalah seminar. Karya tulis itu menyatakan informasi secara langsung dari pencetus ide

2. Sekunder adalah kumpulan informasi dari berbagai sumber, sehingga “pengarang” dalam hal ini hanya berperan sebagai pengumpul/kolektor, mis bibliografi atau kamus

3. Tersier adalah bahan pustaka yang mendaftar bahan pustaka sekunder, misalnya bibliografi perkamusan, A Guide to reference book. Jenis bahan pustaka terakhir ini sering dikelompokkan pada jenis sekunder.

Bahan rujukan umumnya tidak dimaksudkan untuk dibaca secara menyeluruh, melainkan hanya bagian per bagian. Kamus misalnya, belum ada orang yang membacanya dari entri A-Z, atau Ensiklopedi, belum ada orang yang membacanya dari jilid pertama sampai jilid terakhir. Kita bisa bandingkan dengan buku biasa—di perpustakaan dikenal dengan koleksi umum—untuk memahami isi buku tersebut, perlu dibaca satu atau dua bab, bahkan perlu dibaca semua.

Ciri buku rujukan bisa dilihat dari susunannya,

1. Menurut abjad, misalnya kamus

2. Menurut urutan kejadiannya (kronologis)

3. Menurut sistematika subyeknya

Manfaat bahan rujukan:

1. Memberikan keterangan atau penjelasan langsung dan mendasar tentang suatu hal yang ingin diketahui

2. Perbendaharaan kata yang dimiliki bertambah

3. Bisa mengetahui seluk beluk serta keadaan suatu negara

4. Bisa mengetahui riwayat hidup tokoh

5. Ketrampilan pemanfaataan menggunakan bahan rujukan meningkat

6. Menunjang penelitian yang sedang berlangsung, mis statistik, peta

7. Pulau atau lokasi terpencil bisa diketahui dengan mudah

8. Bagi pustkawan membantu pengguna dalam menemukan informasi tertentu

Pengelompokan bahan rujukan umum:

1. Jenis bahan rujukan yang memuat informasi kata atau istilah

2. Jenis bahan rujukan yang memuat informasi tentang sumber kepustakaan (literatur)

3. Jenis rujukan lainnya, seperti manual, sumber biografi, sumber geografi dll

Modul 1

Kegiatan belajar 2

Bahan Rujukan untuk Kata dan Istilah

Kamus

Kamus memuat daftar kata dasar dari suatu bahasa yang disusun menurut abjad.Kamus yang baik dilengkapi dengan keterangan bentuk, tanda baca, asal usul/sejarah, arti, sinonim, antonim, sintaksis dan ungkapan tiap kata.Istilah lain dari kamus adalah daftar kata/ istilah, takarir, glosari, leksikon.

Menurut isinya, Kamus dibagi menjadi

1. Kamus umum

2. Kamus khusus

3. Kamus subyek

Kamus menurut jumlah bahasanya

1. Kamus ekabahasa

2. Kamus dwibahasa

3. Kamus anekabahasa (poliglot)

Kamus menurut kandungan entrinya:

1. Kamus singkat(kurang dari 80.000 aran/ entri)

2. Kamus sedang (130.000-160.000 entri)

3. Kamus lengkap (lebih dari 250.000 entri)

Ensiklopedi

Ensiklopedi adalah bahan rujukan yang menyajikan informasi secara mendasar namun lengkap mengenai masalah dalam berbagai bidang atau cabang ilmu pengetahuan; di samping itu ensiklopedi yang hanya mencakup satu cabang ilmu pengetahuan. Susunan entrinya alfafabetis (menurut abjad)

Jenis ensiklopedi:

1. Umum/ nasional, ensiklopedi yang memuat informasi dasar tentang hal-hal, abstraksi, konsep atau kejadian-kejadian umum, tidak batasan khusus dalam hal cakupannya. Kebanyakan diterbitkan untuk digunakan dalam suatu negara, karena itu judulnya sering menyebut “kata nasional atau nama suatu negara, contoh, ENSIKLOPEDI INDONESIA, Jakarta: Ichtiar Van Hoeve, 1986, ENSIKLOPEDI UMUM, Jakarta: Kanisius, 1973

2. Khusus/ subyek, ensiklopedi yang membatasi cakupan isinya pada masalah atau mengenai subyek tertentu, contoh, ENSIKLOPEDI TARI INDONESIA, Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1984, ENSIKLOPEDI ISLAM INDONESIA, Jakarta: IAIN Syarif Hidayatullah Press, 1990

3. Internasional, ensiklopedi yang memuat semua informasi (sedapat mungkin) di dunia, tanpa memberi penekanan pada informasi yang berasal dari suatu negara atau sekelompok negara tertentu. Contoh, ENCYCLOPEDIA AMERICA NA, International Edition, New York, Chicago: America Corporation, 30 volume.

Manfaat ensiklopedi

1. Sarana untuk mencari informasi dasar mengenai berbagai masalah

2. Sarana utama dalam langkah awal untuk melakukan kajian dalam subyek tertentu

3. Sarana untuk memeriksa kebenaran suatu informasi

4. Jendela informasi dunia

Modul 1

Kegiatan belajar 3

Bahan Rujukan Untuk Kepustakaan

Katalog (dalam pengertian bahan rujukan) adalah daftar yang berisi informasi tentang bahan pustaka atau dokumen yang terdapat pada perpustakaan, toko buku maupun penerbit tertentu

Jenis katalog:

1. Nasional,

2. Katalog induk

3. Katalog induk majalah

4. Katalog penerbit/ toko buku

5. Katalog tambahan buku atau majalah

Manfaat katalog:

1. Sebagai sarana untuk mengetahui buku-buku apa saja yang ada pada satu atau beberapa perpustakaan, a) yang ditulis oleh pengarang tertentu, b) dengan judul tertentu, c) mengenai subyek tertentu

2. Untuk mengetahui buku-buku apa saja yang ada di perpustakaan lain

3. Untuk mengetahui buku-buku apa saja yang ada di pasaran untuk dibeli

4. Untuk mengetahui buku-buku apa saja yang ada dan diterbitkan di suatu negara

5. Sebagai sarana pemilihan koleksi

6. Sebagai sarana promosi buku bagi toko buku

Bibliografi

Adalah buku yang memuat daftar terbitan baik dalam bentuk buku maupun artikel majalah, atau sumber kepustakaan lain yang berhubungan dengan suatu subyek atau hasil karya seseorang.

Perbedaan antara katalog dan bibliografi adalah:

1. Katalog biasanya memberi kode/tanda lokasi penempatan suatu dokumen di rak, yang disebut dengan nomor penempatan atau nomor panggil.

2. Katalog sering dilengkapi dengan kode perpustakaan, misalnya Perpus UI, Perpus UB, Perpus UM

3. Dalam bibliografi tidak mencamtumkan kode-kode di atas, informasi yang perlu dicantumkan hanya data bibliografi saja.

Jenis-jenis Bibliografi

1. Bibliografi umum, misalnya Berita Bibliografi Indonesia= Indonesian Book News, Jakarta: Yayasan Idayu.

2. Bibliografi Khusus/Subyek, misalnya, Damian, Eddy, Bibliografi Hukum Indonesia, Bandung: Alumni, 1991

3. Bibliografi beranotasi, misalnya, Sihotang, Sahat, Kematian Bai dan Anak di Indonesia: Bibliografi Beranotasi, Jakarta: Kelompok Studi Masalah Kesehatan, Pusat Penelitian Kesehatan Unika Atmajaya, 1986

4. Bibliografi Nasional, misalnya Bibliografi Nasional Indonesia= Indonesian National Bibligraphy, Jakarta: Perpustakaan Nasional.

5. Bibliografi Universal, misalnya The Cumulative Book Index: A world of Books in the English Language, New York: Wilson.

6. Bibliografi Retrospektif, misalnya, Index to the early printed books in the British Museum from the invention of printing year 1500. London: Kegan Paul, 1898-1899, 2 volume.

Kegunaan Bibliografi:

1. Memberi petunjuk lengkap kepada pengguna tentang terbitan, baik mengenai hasil karya seseorang/sekelompok orang tentang subyek tertentu

2. Sarana pemilihan bahan pustaka yang akan dibeli

3. Petunjuk tentang masalah apa saja yang pernah ditulis orang atau merupakan petunjuk perkembangan penulisan suatu masalah atau subyek

Indeks

Mendaftar artikel majalah, laporan penelitian, pamflet, brosur agar bisa ditemukan kembali apabila publikasi itu diperlukan. Ada indeks yang diterbitkan secara terpisah (sendiri-sendiri), ada yang berseri atau terus menerus dengan judul yang sama. Misalnya, Indeks Majalah Ilmiah Indonesia, Jakarta: PDII LIPI, 1987, Indeks Biologi dan Pertanian, Bogor: Pusat Perpustakaan Biologi dan Pertanian.

Abstrak

Abstrak sama dengan indeks, yang membedakan adalah abstrak dilengkapi dengan catatan ringkasan atau intisari (kira-kira 150-200 kata) informasi yang diuraikan dalam publikasi yang didaftar. Ringkasan bisa dibuat sendiri oleh penulisnya (pembuat artikel) atau orang lain. Misalnya Anak Indonesia: Rangkuman Informasi. Jakarta: PDII LIPI, 1986, Indonesian Abstract, Jakarta: PDII LIPI.

Perbedaan antara abstrak dan bibliografi beranotasi adalah, yang disebut kedua pendapat seseorang mengenai publikasi selain ringkasannya. Pembuat ringkasan (orang lain) memberi sedikit penilaian mengenai tulisan itu, tidak sekedar meringkas. Kalau penilaian itu panjang maka sering disebut dengan timbangan buku/resensi buku.

Paket Informasi/ Informasi Kilat / Paket Daftar Majalah

Paket Informasi adalah suatu jenis bahan rujukan yang merupakan kumpulan daftar isi majalah (difoto copy) yang dijilid khusus menjadi sebuah buku tersendiri.Disebut paket informasi kilat karena sangat cepat sampai pembaca, begitu majalah datang, langsung difotocopy daftar isinya, diberi judul dan dijilid, tidak menunggu selesainya pengolahan. Contohnya Buletin Informasi Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi, Jakarta: Lemigas, 1992-, Jasa Kesiagaan Informasi, Pustaka Bidang Ilmu Perpustakaan/Informasi/Komputer/Statistis, Bogor: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Pusat Perpustakaan Pertanian dan Biologi.

PERTANYAAN LATIHAN:

1. Jelaskan perbedaan antara bahan rujukan langsung dan tidak langsung, sebutkan masing-masing contohnya!

2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan paket informasi!

3. Jelaskan manfaat bahan rujukan ensiklopedi dan kamus!

4. Untuk mengetahui perkembangan suatu ilmu pengetahun dapat diikuti dengan baik melalui bahan rujukan……….

5. Jelaskan perbedaan antara indeks dan abstrak, bibliografi beranotasi serta contohnya!

6. Seandainya anda meneliti masalah pertanian, untuk melengkapi artikel terbaru dalam bidang tersebut, bahan rujukan apa yang anda gunakan?

Kegiatan Belajar 4

Bahan Rujukan Lain

Buku Pedoman (manual)/buku pegangan (handbook)

Buku Pedoman (manual)/buku pegangan (handbook) adalah terbitan yang menyajikan informasi yang siap dalam bidang ilmu pengetahuan; biasanya untuk bidang ilmu yang sudah berkembang dengan baik. Menurut William A. Katz, ada perbedaan antara buku pedoman dan buku pegangan. Buku pedoman adalah buku petunjuk bagaimana melakukan atau melaksanakan suatu proses/ kegiatan, sedang buku panduan adalah buku yang memuat berbagai macam informasi atau aspek mengenai suatu masalah/subyek.

Contoh buku pedoman:

Iyus, Rosalina, Pedoman Pelaksanaan Cara Belajar Kelompok Kecil Sub Bidang Seni Tari, Jakarta: Depdekbud, 1986

Manual of Basic Techniques for Health Laboratory, Geneve, WHO, 1988

Contoh Buku Panduan:

Arismudandar, Artono, Buku Pegangan Teknik Listrik, Jakarta: Pradnya Paramita, 1982

Meyer, Frans Sates, Handbook of Ornament, New York, Dover, 1982.

Bahan Pustaka Sumber biografi

Bahan Pustaka Sumber Geografi adalah bahan rujukan yang memuat informasi riwayat hidup seseorang.

Jenis-jenisnya:

1. Biografi satu orang

2. Sekelompok orang: a) bersifat umum, mis. Roeder, O.G., Who’s who in Indonesia: biographies of prominent Indonesian Personalities in All fields, Jakarta: Gunung Agung, 1971, b) bersifat khusus (dalam bidang tertentu), Who’s who in art: 1972, Havant: Art Trade Press, 1977

3. Otobiografi

Bahan Pustaka Sumber Geografi

Bahan Pustaka Sumber Geografi atau sumber ilmu bumi dapat dibagi menjadi tiga jenis:

1. Peta/atlas adalah memperlihatkan lingkup geografis, ekonomis, politik dan aspek-aspek teknis sosial lainnya

2. Gazetir adalah daftar nama-nama ilmu bumi seperti nama-nama tempat, sungai, gunung, dan nama-nama geografi lainnya yang terdapat dalam suatu negara (bersifat nasional) atau juga mencakup negara lainnya (bersifat internasional), sering disebut kamus ilmu bumi, karena hanya menampilkan uraian verbal, tidak memuat gambar

3. Buku petunjuk perjalanan dibuat untuk membantu atau membimbing orang yang berkunjung ke suatu tempat

Direktori atau Buku Petunjuk

Direktori atau Buku Petunjuk adalah bahan rujukan yang memuat informasi mengenai nama lengkap, nomor telepon, kegiatan/profesi seseorang atau lembaga/badan, dan sangat bermanfaat untuk mendapatkan informasi mengenai profil seseorang/lembaga.

Directory of Libraries, The World Bank, 1992

Statistik, Buku Tahunan, dan Terbitan Pemerintah

Statistik

Statistik adalah buku rujukan yang berisi informasi statistik atau data berupa angka-angka (berdasarkan hasil survei) mengenai suatu masalah. Misalnya Statistik Ekonomi Indonesia, Jakarta: Bank Indonesia.

Buku Tahunan/annual/yearbook/almanak/calendar

Buku Tahunan adalah bahan rujukan yang memuat informasi mengenai catatan kejadian atau perkembangan suatu masalah atau subyek dalam satu tahun terakhir.Jadi buku tahuan 2010, memuat informasi tahun 2009.

Terbitan Pemerintah

Terbitan Pemerintah adalah bahan rujukan yang diterbitkan melalui lembaga resmi oleh pemerintah, yang berisi informasi mengenai pemerintahan, peraturan-peraturan atau perundang-udangan, pengumuman resmi pemerintah.

Terbitan Internasional

Terbitan Internasional adalah dokumen yang diterbitkan oleh badan internasional, seperti PBB dan organisasi di bawahnya, Bank Dunia, Uni Eropa, dll.

Bahan Pustaka Lain Yang Dapat dijadikan rujukan

1. Standar adalah bahan rujukan yang memuat informasi tata cara baku atau prosedur baku untuk melakukan suatu kegiatan, membentuk suatyu organisasi atau susunan baku suatu bahan atau campuran bahan, misalnya Standar Perpustakaan di Indonesia, Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan, 1978.

Paten adalah bahan rujukan yang memuat informasi primer mengenai siapa yang telah menemukan sesuatu, baik berupa alat, bahan, metode/teknologi, bagaimana bentuk dan susunannya, cara pembuatannya, bahan dasarnya, manfaat dan informasi dasar lainnya.

2. Makalah Pertemuan

3. Laporan Penelitian

4. Tesis dan Disertasi

5. Terbitan Niaga

6. Majalah dan Surat Kabar

7. Bahan Pustaka Bentuk Mikro dan Pandang-Dengar, misalnya Seri Dakwah Islam dalam Kaset, KH. Zaenuddin MZ, Jakarta: Naviri Record, Seri Flora dan Fauna dalam kaset.

PERTANYAAN UNTUK LATIHAN:

1. Jelaskan Perbedaan antara Manual dan handbook, dan berikan contohnya?

2. Jelaskan perbedaan sumber biografi dan sumber geografi dan jenis-jenisnya?

3. Bahan Rujukan apa saja yang bisa dijadikan sumber informasi biografi?

Dari : Ilham Mashuri, S.SOS / Dosen Mata Kuliah Bahan Rujukan UT Malang, pokjar Pacitan

0 komentar:

Poskan Komentar